aturan reduksi ke esensi
reduction to essence rule
Ringkasan Singkat
Asumsi dalam teori jejak samar (fuzzy trace theory) bahwa orang cenderung hanya mengambil inti sari (gist) dari sebuah pesan atau informasi.
Aturan reduksi ke esensi adalah konsep kunci dalam *Fuzzy Trace Theory* (FTT) yang dikemukakan oleh Brainerd dan Reyna. Aturan ini menyatakan bahwa manusia, tanpa memandang usia, memiliki bias kognitif yang kuat untuk mengekstrak dan menyimpan makna inti atau substansi ('gist') dari suatu informasi daripada menyimpan rincian literal yang tepat ('verbatim').
Misalnya, setelah membaca berita, seseorang mungkin lupa angka statistik yang tepat tetapi akan ingat dengan jelas kesimpulan umum apakah berita itu baik atau buruk. Aturan ini menjelaskan mengapa ingatan kita seringkali akurat secara makna tetapi tidak akurat secara detail teknis, yang memiliki implikasi besar dalam pengambilan keputusan dan kesaksian saksi mata.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Brainerd, C. J., & Reyna, V. F. (2005). The Science of False Memory.
- APA Dictionary of Psychology
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.